5 Tanda Dia Bukan Jodoh Kita yang Mudah Kita Deteksi

Ada yang bilang tanda dia bukan jodoh kita itu terkadang tidak disadari Nampak atau dirasakan. Lantas, seperti apa tanda-tanda? Nah, sekarang ini, itu yang akan kita bahas. Jangan cemas, tapi harap hati-hati yang sudah punya kekasih atau calon pendamping. Kenapa? Jangan terlalu yakin dulu, kalau si dia benar-benar jodohmu, siapa tahu jodoh Anda entah di mana rimbanya, dan si dia yang dekat dengan Anda sekarang ini hanya mampir di relung hati Anda.

Jodoh itu rahasia Tuhan, terkadang ketika sudah yakin serius dengan seseorang, ternyata orang itu bukanlah jodoh yang disiapkan Tuhan. Akhirnya setelah sekian waktu menjajaki hubungan, berharap, tapi ujungnya kandas tengah jalan, yang tersisa cuma rasa nyeri di hati. Sebelum merasai sakit hati, ada baiknya melakukan pencegahan sedini mungkin. Yah, macam penyakit memang. Ingat-ingat semboyan lama: “Lebih baik mencegah daripada mengobati.” Tapi, bukannya itu betul? Dengan tahu atau menyadari tanda dia bukan jodoh kita, siapa tahu Anda jadi tidak terlalu berharap banyak dan bisa melepas tanpa berat, ketika dia benar-benar bukan orang yang ditakdirkan untuk hidup bersama.

Seperti apa kira-kira yang bisa dijadikan tanda seseorang, kekasih, calon pendamping atau apalah sebutannya, bukanlah jodoh kita? Di bawah ini list yang bisa menyadarkan Anda pada tanda dia bukan jodoh kita. Silahkan dicek.

 

  1. Dia sungkan bercerita tentangmu pada teman-temannya.

Tanda tidak berjodoh adalah keengganan pasangan untuk memperkenalkan sosok pendampingnya pada teman-teman. Masing-masing pihak merasa hal itu tiduk perlu dilakukan. Padahal teman itu ibarat keluarga ke dua, bahkan kehadirannya terkadang lebih dekat daripada keluarga sebenarnya. Ketika sesorang punya kekasih, biasanya dia akan bercerita panjang lebar pada teman terdekat. Kalaupun diam, itu sengaja untuk menambah efek kejutannya. Tapi jika sudah berlangsung bulanan, tahunan; bisa jadi itu kode bahwa dia tidak serius.

 

  1. Dia memberikan syarat yang tidak ada dasar

Syarat yang dirasa aneh, atau dibuat-buat adalah cara lain berkata ‘tidak’. Jadi jika pasanganmu mulai mengajukan banyak persyaratan yang tidak mendasar, coba pikirkan lagi relevan atau tidak. Syarat bisa digunakan untuk melepaskan diri dari hubungan karena merasa sudah tidak nyaman.

 

  1. Tidak ada kepercayaan yang jadi pegangan

“Sayang, kamu lagi di mana?

“Sedang makan bakso.”

“Selfie sama tukang bakso plus gerobaknya dong, biar ada buktinya.”

——-

Pasangan seperti ini ada, di mana si pasangan butuh bukti berupa foto bahwa dia tidak sedang bohong. Ini lama-lama bisa jadi masalah, karena antar pasangan tidak ada rasa saling percaya. Bisa jadi, hal ini dikarenakan tidak ada komitmen yang kuat dalam menjalani sebuah hubungan. Sampai-sampai harus bisa dan wajib memberikan informasi dan mengirim foto kegiatannya jika diiminta.

  1. Anda memaksakan diri dan berkorban demi mentoleransi kebiasaannya

Kebiasaan memang sulit diubah, kebiasaan baik (menabung misalnya 🙂 itu tak apa, tapi jika kebiasaan buruk dipelihara, itu bencana. Misalnya Anda tidak kuat dengan asap rokok tapi pasangan Anda adalah perokok berat. Alhasil, tiap waktu Anda terpapar asap rokok. Sudah ada percakapan untuk saling kompromi, tapi menurut pasangan Anda, itu hanya sekedar angin lalu.

  1. Ketika bersamanya, Anda tidak punya gambaran tentang masa depan

Pernah Anda berbincang seputar masa depan yang akan kalian bangun esok? Perihal mau seperti apa pernikahan kalian dirayakan, honeymoon mau ke mana, akan ambil KPR yang mana, dan ingin punya berapa anak. JIka tidak ada samasekali, coba renungkan. Apa mungkin menghabiskan masa depan dengan orang yang memikirkanmu saja tidak.

Tinggalkan Balasan