Inilah Penyebab Utama Keguguran Pada Wanita Hamil

Halo calon ibu dimanapun anda berada.. keguguran merupakan momok yang paling ditakutkan oleh para pasangan yang ingin segera memiliki momongan guna melengkapi kebahagiaan rumah tangganya. Istilah keguguran umumnya diberikan kepada wanita yang mengalami kegagalan janin dalam rentang waktu dibawah 20 minggu usia kehamilan.

Sedih Setelah Keguguran

Saat ini, angka keguguran atau kematian bayi dalam kandungan tergolong tinggi yaitu 20% dari total kehamilan rata-rata atau sekitar 2 dari 10 ibu hamil mengalami keguguran. Oleh karena itu, penting bagi para ibu hamil untuk mengetahui apa saja hal yang dapat menyebabkan keguguran sehingga dengan demikian anda dapat menghindari tertimpa kejadian tersebut. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai hal-hal yang paling bertanggung jawab atas terjadinya sebuah keguguran.

1. Memiliki Kondisi Rahim Lemah

Beberapa wanita terlahir dengan keadaan memiliki rahim yang lemah sehingga dinding rahim miliknya rentan terhadap beban berat termasuk topangan beban dari embrio ketika dirinya hamil. Keguguran secara berulang dapat terjadi apabila wanita yang memiliki kondisi rahim lemah tidak melakukan istirahat total ketika masa kehamilan berlangsung.

Jika anda termasuk wanita dengan kondisi tersebut maka disaat hamil sangat disarankan untuk tidak terlalu banyak bergerak, kurangi aktivitas berjalan, perbanyak berbaring di tempat tidur dan hindari stres.

2. Mempunyai Keadaan Tubuh Tidak Sehat

Jangan pernah meremehkan kesehatan anda ketika hamil karena hal tersebut dapat membahayakan kondisi janin yang dikandung. Beberapa alasan kenapa anda sebagai wanita hamil harus menjaga tubuh agar tetap fit.

Pertama, apabila anda terserang demam tinggi maka tubuh anda mungkin tidak akan terpengaruh apa-apa, akan tetapi tidak bagi janin muda di perut anda, kemungkinan besar janin tersebut tidak akan kuat dengan suhu tubuh yang terlampau tinggi.

Kedua, ketika anda terserang penyakit batuk yang parah, maka guncangan akibat aktivitas batuk dapat sangat mengganggu kondisi janin, bukan tidak mungkin keguguran dapat terjadi hanya karena perkara yang anda anggap sepele yaitu batuk.

Ketiga, saat anda menderita sakit kepala terutama vertigo maka hal tersebut dapat membahayakan keberadaan janin, sebab penyakit vertigo bisa membuat anda terjatuh karena kehilangan keseimbangan tubuh.

3. Tidak Tahu Jika Sedang Hamil

Ketidaktahuan atas kehamilan yang terjadi umumnya menimpa pasangan muda yang belum pernah memiliki momongan. Karena tidak tahu jika dirinya sedang hamil, maka banyak wanita tetap melakukan aktivitas berat tanpa mengetahui jika ada janin yang rentan keguguran di dalam kandungannya.

Mereka yang menggunakan pil KB semenjak awal menikah dengan tujuan untuk menunda memiliki anak cenderung yang paling banyak mengalami kasus seperti diatas. Penyebab umum keguguran yang diakibatkan karena tidak tahu jika tubuhnya telah berbadan dua antara lain adalah sering mengendarai sepeda motor, berlari, melompat dan mengangkat beban yang berat.

4. Hamil di Usia Lanjut

Semakin tua usia wanita maka semakin besar kemungkinan terjadi keguguran apabila ia mengalami kehamilan. Resiko keguguran akan meningkat saat kehamilan terjadi pada wanita yang berusia diatas 35 tahun karena kondisi rahim penopang janin sudah melemah. Selain itu, resiko lain yang mungkin terjadi pada wanita hamil dengan usia 35 tahun adalah terjadinya kelahiran bayi yang prematur, berat badan bayi kurang dan bayi terlahir dalam keadaan cacat. Wanita dengan usia non produktif atau mendekati masa menopause disarankan untuk tidak lagi memiliki anak karena sudah tidak mempunyai kemampuan fisik yang baik untuk menerima beban kehamilan.

5. Jarak Waktu Kehamilan Terlalu Dekat

Setelah melahirkan, rahim membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk kembali memulihkan diri. Oleh karena itu, agar tidak terlalu dekat dengan kehamilan berikutnya maka sebaiknya setelah melahirkan anda secepatnya menggunakan kontrasepsi keluarga berencana karena jarak kehamilan yang dekat akan menimbulkan berbagai masalah terhadap ibu maupun bayi yang dikandung termasuk menimbulkan terjadinya keguguran.

Lantas, berapa lama jarak yang ideal untuk seorang wanita kembali hamil? Dokter merekomendasikan sebagai berikut, jarak terdekat untuk persalinan normal minimal adalah satu tahun sementara untuk persalinan dengan cara caesar adalah dua tahun dari persalinan sebelumnya.

Itulah beberapa hal yang menjadi penyebab utama seringnya terjadi keguguran pada wanita hamil. Semoga dengan artikel yang memberikan informasi tentang penyebab kematian bayi dalam kandungan ini dapat membuat anda tertarik untuk lebih menjaga diri sebaik mungkin ketika sedang hamil agar hal-hal yang tak diinginkan tidak terjadi.

loading...